Pesan Konfirmasi

Sunday, August 5, 2012

Love Really Hurts (fan fiction)





Title: Love Really Hurts
Cast: Kim Heechul (Super Junior), Shin Min-mi, Park Shin Rin



     Malam yang sepi di perumahan terpencil di Kota Seoul, angin berhembus dingin menemani malam yang sunyi, bisa dibilang sesunyi hatiku saat ini.
Tak terasa aku menangis,aku terisak, hatiku sakit mengingat semua kenangan manis dan pahit setahun belakangan ini. Genap sudah satu tahun aku mencintainya. Saat ini bulan Agustus dan aku ingat sekali setahun yang lalu aku mulai tertarik dengan namja yang tidak lain adalah teman sekelasku, Kim Heechul.
Satu  tahun…
Memang  rasanya belum begitu lama, tapi sudah terlalu banyak luka yang ku dapatkan akibat mencintainya. Kau tahu itu Kim Heechul? Pasti kau tidak mengetahuinya dan tidak akan buang waktu untuk memikirkannya kan? Aku memang sudah dibuat gila oleh namja yang sama sekali tidak pernah menganggapku ada.


08.00 am Seoul University
MIN MI POV


“Pagi Min-mi!!!” argh suara itu, suara sahabatku yang bisa memekakan telinga. Siapa lagi kalau bukan Shin Rin.
“Hai” jawabku singkat.
“Ya! Kau kenapa? Belum sarapan ya? Apa kau sakit? Mengapa matamu seperti panda begitu? Apa kau kurang tidur? Kau tak apa?”
Aishhh gadis ini, kalau dia bukan sahabat ku mungkin sudah ku pukul kepalanya dengan pulpen ditanganku.
“Gwenchanayo Shin Rin. Tak usah khawatir” kusunggingkan senyum termanis ku agar ia diam.
“Syukurlah...aku kira kau kenapa, ayo kita masuk kampus” dia menarikku dengan paksa. Ah sahabatku ini terkadang seenaknya saja.



AUTHOR’S POV

Min-mi mengikuti pelajaran sastra inggrisnya dengan enggan, kantung matanya terlihat sangat jelas seperti panda akibat semalaman tidak tidur, menangisi kenangan-kenangan yang ia sulit lupakan itu. Wajahnya yang terlihat pucat ditambah warna kulitnya yang memang putih pucat membuat Ia terlihat seperti mayat hidup . Ia memainkan pulpen nya dengan lemah, seakan berada di dunianya sendiri tanpa memperhatikan dosen sama sekali memandang kosong kearah papan tulis. Benar-benar menyedihkan.
Akhirnya waktu yang paling ditunggu Min-mi tiba, bel berbunyi menandakan mata kuliah berakhir, Min-mi merapihkan buku-bukunya dengan lambat dan segera pulang mengikuti teman-teman sekelasnya yang sudah terlebih dahulu keluar kelas. Dia berjalan tergesa-gesa melalui koridor lalu… “BRUKKKKKKK!!!”



HEECHUL POV

“Aish kau ini pelupa sekali Kim Heechul, bagaimana bisa meninggalkan kunci mobil di kelas!!”
Aku melangkah dengan terburu-buru  menuju kelas ku dan kemudian…
“BRUKKKKKKKKK!!!”
Aish aku akan dapat masalah! Di koridor dekat kelas, yeoja bertubuh tinggi terjatuh di hadapanku dan ternyata…itu min-mi!! Aish yeoja ini mengapa selalu membuat susah saja.
“Kau baik-baik saja?” tanyaku datar.
“Ne. Mianhae heechul, aku buru-buru” jawabnya sambil merapihkan buku yang berserakan di lantai.
“Sini aku bantu.” Tawarku padanya.
“Gomawoyo, tak usah. Aku bisa sendiri” dia melangkah buru-buru pergi meninggalkan ku.
“Cih. Kenapa dia? Perempuan aneh”
Shin Min Mi ini…. Dia satu kelas denganku, tapi tak tahu mengapa kami tak pernah bisa dekat. Dia seperti canggung bila di dekatku, begitu pun aku. Kami hanya mengobrol jika ada perlu saja, tapi bila di sms kami sangat akrab dengan berbagai macam candaan. Aku bingung dibuatnya, bila berhadapan langsung kami seperti tidak pernah kenal.. Ya sudahlah, aku tak mau ambil pusing memikirkan gadis aneh itu.



MIN MI POV

“Baboyaaa, mengapa kau canggung sekali di dekatnya min-mi???”
Kejadian di depan kelas tadi membuat hatiku berdebar sangat kencang, seakan jantungku ingin melompat keluar. Heechul bahkan menawarkan untuk membantuku tapi aku menolaknya. Bodoh, sekarang aku menyesali tindakan ku tadi.
Aku tak pernah bisa dekat dengannya, setiap kali aku ingin ngobrol dengannya seperti ke teman lelaki ku yang lain aku pasti malu, suaraku terdengar kecil sekali. Karena itulah, aku memilih diam saja. Aku terlalu takut mendekatinya, aku pengecut. Ya, katakanlah hal itu padaku, namun yang kutahu pasti aku sangat mencintainya.
Alasan kesedihanku sangat jelas, aku ingin sekali mengobrol dan tertawa lepas dengannya. Tapi aku terlalu pengecut untuk melakukannya ditambah lagi sikap nya yang begitu cuek terhadap wanita. Pernah saat kita jalan bersama teman sekelas ku dan juga dia, tak sepatah kata pun dia ucapkan padaku. Dia memlilih untuk ngobrol dengan wanita lain daripada aku. Sakit sekali membayangkan kejadian beberapa bulan lalu, namun aku masih bersikeras untuk tetap mencintainya.



10.00 am Seoul University
MIN MI POV

Pagi ini kelasku mendapat jam kosong sampai siang, aku memanfaatkan nya untuk duduk di taman bersama Shin Rin seperti biasa memandang pemandangan sekitar kampus yang sangat luas. Air mancur yang indah dikelilingi taman rumput terawat dan dengan bunga-bunga yang baru bermekaran. Sekilas tercium harum bunga mawar yang terhembus angin. Warna hijau dari rumput, merah dan putih dari bunga mawar yang indah memanjakan penglihatanku.
“Min-mi, menurut mu Heechul itu bagaimana? Kau kan teman sekelas nya, kau juga dulu menyukainya dan sering smsan dengan dia, sepertinya aku menyukainya”
Ucapan Shin Rin membuat ku tersentak kaget, rasanya ribuan jarum menusuk ku. Aku diam, belum bisa menjawab ucapannya. Memang sebenarnya Shin Rin mengetahui aku mencintai Heechul, tapi yang Ia tahu bahwa itu dulu bukan sampai sekarang.
 “Min-mi? Bagaimana dia menurutmu?” tanyanya lagi sambil menatapku.
“Uhm.. Dia baik” jawabku sekenanya, pikiranku sudah tak karuan, air mataku bertumpuk di pelupuk mata. Segera saja aku pamit dari Shin Rin daripada aku menangis di depannya.



SHIN RIN POV

“Sikap Min-mi aneh, apa mungkin dia masih… ah tidak. Aku kan sudah pernah menanyakannya, tidak mungkin dia membohongiku. Biar ku telfon saja nanti”
 Lagipula, perasaanku pada Heechul sepertinya sudah luar biasa hebatnya, aku sering dibuat gila oleh tingkahnya yang konyol sekaligus menawan. Aku memang sudah mulai dekat dengan Heechul seminggu ini, aku belum berani menceritakannya ke Min-mi karena takut dia sakit hati.
Awalnya Heechul yang mendekatiku, ia sering mengirimkan sms sapaan setiap harinya. Aku biasa saja menanggapinya, sehingga saat genap satu minggu ini aku mulai merasa nyaman dengannya. Ia selalu membuat aku tersenyum menghadapi kehidupan yang menurutku sangat membosankan. Apalagi baru-baru ini aku putus dengan pacarku Lee Hyukjae, aku terlalu sedih dan selalu murung. Namun Heechul hadir meghiburku dan selalu ada saat aku membutuhkan teman untuk berbicara. Mianhae Min-mi, aku mencintainya…



MIN-MI POV
11.00 pm Rumah Min-Mi

Saat ini sudah larut malam, namun aku masih terjaga menangis terisak di sisi kamarku. Masih teringat kata-kata Shin Rin siang tadi di kepalaku, hatiku sakit, air mataku tak hentinya mengalir di pipiku. Tuhan… masalah apa lagi ini? Aku memang selalu bilang ke Shin Rin bahwa aku sudah tak mencintai Heechul lagi, tapi hatiku berkata lain, cintaku untuk Heechul masih bertahan sampai sekarang.
Aku bingung, hatiku sangat sakit mendengar sahabatku bahkan sudah dekat dengan Heechul seminggu belakangan. Sedangkan aku, mencintainya satu tahun ini, tapi hanya mendapatkan luka. Aku sudah tahu semuanya, Shin Rin sudah menceritakan semuanya di telfon barusan dan dia juga minta maaf padaku. 

Kenapa? Kenapa harus sahabat ku? Aku tahu Heechul mempunyai banyak penggemar di kampus, tapi baru Shin Rin saja yang mendapatkan perhatiannya. Shin Rin memang wanita yang cantik, cocok disandingkan dengan pria tampan seperti Heechul. Tapi… Kenapa harus sahabatku??! Ingin rasanya berteriak sekencang mungkin untuk menumpahkan kesedihanku, aku terisak menatap nanar foto Heechul di handphone ku. Saat ini aku belum bisa berfikir jernih, masih larut dalam kesedihanku dan banyak pertanyaan di kepalaku.

Tuhan… Apakah aku harus membenci Shin Rin? Bagaimana pun juga ini bukan kesalahannya, aku pun tak ingin kami bertengkar hanya karena masalah percintaan. Bimbang. Haruskah aku merelakan cintaku untuk Shin Rin sahabatku atau haruskah aku membenci Shin Rin dan mempertahankan cintaku pada Heechul? Molla… kepala ku sakit, hatiku sesak, kebahagiaan ku hilang begitu saja. Aku hanya perlu waktu untuk menjawab semua kebimbangan hatiku. Waktu yang kuperlukan untuk merelakan seseorang yang kucintai mencintai orang lain.



                                                                                -END-

No comments:

Post a Comment